Pemerintah Tetapkan Tarif Pengisian Daya Mobil Listrik Rp 2.466 per kWh – Tren penggunaan kendaraan listrik, terutama mobil, di Tanah Air terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada Agustus 2023, volume penjualan wholesale mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) di Indonesia mencapai 1.329 unit. Angka tersebut naik 24 persen secara month-on-month (mom) dibandingkan Juli 2023 dan lebih tinggi 30 persen secara year-on-year (yoy) dibandingkan Agustus 2022. Jika diakumulasi, volume penjualan wholesale mobil listrik BEV di dalam negeri selama periode Januari hingga Agustus 2023 mencapai 82.000 unit. Pencapaian tersebut naik sekitar lima kali lipat dibandingkan Januari hingga Agustus 2022, yang mana penjualan wholesale pada tahun itu hanya sekitar 16.000 unit. Terdapat sejumlah alasan yang melatari tingginya minat terhadap penggunaan mobil listrik, seperti pajak yang lebih terjangkau, ramah lingkungan, perawatan yang lebih murah, dan biaya pengisian daya baterai yang terbilang kompetitif. Terkait biaya, Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2023 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengisian Listrik Untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Tarif pengisian daya listrik di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di tetapkan sebesar Rp 2.466 per kilowatt hour (kWh).

Infrastruktur penunjang terus bertambah

Seiring meningkatnya tren aztec gems pragmatic play penggunaan mobil listrik yang ada di masyarakat, pemerintah terus menggenjot berbagai infrastruktur untuk menunjang mobilitas kendaraan tersebut, termasuk SPKLU. Meski jumlahnya belum sebanyak stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), tapi jumlah SPKLU yang ada di Tanah Air terus mengalami peningkatan. Di lansir dari laman Indonesia.go.id, Minggu (20/8/2023), jumlah SPKLU yang sudah beroperasi hingga Juli 2023 mencapai 842 unit dan SPBKLU 1.630 unit. Adapun sebanyak 616 SPKLU di antaranya di kembangkan oleh PT perusahaan Listrik Negara (PLN). Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun menargetkan penambahan jumlah SPKLU di Tanah Air menjadi 1.030 unit pada 2023. Selain SPKLU, peningkatan pengisian daya untuk rumah atau home charging saat ini juga terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari PLN pada semester 1 2023, realisasi home charging mencapai 1.933 pelanggan atau naik 119,4 persen dari total 881 pelanggan pada 2022.