Bulan: Juni 2024

7 Kasus Kebakaran Terbesar di Indonesia

7 Kasus Kebakaran Terbesar di Indonesia – Kebakaran menghanguskan Halte TransJakarta Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin .  Beruntung, tidak ada korban jiwa imbas kejadian ini. Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Namun, pihak PT TransJakarta menduga api berasal dari luar halte. Akibat peristiwa ini, PT TransJakarta segera membangun halte sementara yang lokasinya tak jauh dari lokasi halte yang terbakar. Rata-rata kasus kebakaran di DKI Jakarta mencapai 1.500 per tahunnya.  slot gacor Pada data tahun 2022 tercatat ada 1.691 kasus kebakaran, 1.113  di antaranya dipicu korsleting.

Sementara, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta menyebut sudah ada 880 kasus kebakaran yang terjadi pada semester I tahun 2023.  Ini artinya, dalam satu hari bisa terjadi 4-5 kasus kebakaran. Kebakaran yang terjadi di Halte TransJakarta Tendean adalah contoh kecil kelalaian masyarakat yang mengakibatkan terjadinya kebakaran.  Di tahun-tahun sebelumnya, beberapa wilayah di Tanah Air juga sempat mengalami peristiwa terbesar di Indonesia. Untuk lebih jelasnya, berikut daftar kebakaran terbesar di Indonesia yang meninggalkan banyak kerugian secara materiil dan immateriil.

Kebakaran di Jatipulo

15 Maret 2009, sempat terjadi kebakaran di Jalan Pelita, Jati Pulo, Tomang, Palmerah, Jakarta Barat.  Peristiwa ini melahap sedikitnya 300 rumah yang dihuni sekitar 664 jiwa dari 228 kepala keluarga.  Kebakaran terjadi sekitar pukul 22.10 WIB. Tim pemadam kebakaran akhirnya mengerahkan 13 unit mobil pemadam kebakaran untuk mengantisipasi meluasnya api.  Kobaran api berhasil dipadamkan dengan pada pukul 02.45 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun total kerugian diprediksi mencapai Rp2,5 miliar.

Kebakaran Hutan 1997-1998

Kebakaran hutan slot deposit 10 ribu 1997-1998 menjadi peristiwa kebakaran hutan terparah dan terbesar yang pernah terjadi di Indonesia. Dilansir dari ENSO dalam CIFOR Occasional Paper, seluas 9,75 hektar lahan hangus terbakar dalam peristiwa ini dan menyebabkan kerugian hingga 4,47 miliar dolar AS. Tidak hanya Indonesia yang dirugikan, negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Brunei juga merasakan dampak.  Pasalnya, kabut asap kebakaran hutan terbesar di Indonesia ini membuat Air Pollution Index (API) di negara-negara tersebut mencapai ke tingkat berbahaya.

Kebakaran Plumpang

Kebakaran terbesar di Indonesia yang terakhir terjadi di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara pada 3 Maret 2023.  Peristiwa ini mengakibatkan 14 orang tewas dan 28 orang mengalami luka bakar. Kebakaran Plumpang bukan baru terjadi kali ini. Pada tahun 2009, peristiwa serupa sempat terjadi, namun kobaran api tidak sampai ke pemukiman warga. Dampak dari tragedi ini, beberapa warga setempat trauma membayangkan ancaman kebakaran yang akan terjadi di masa depan.

Kompleks Pergudangan 99

Sebuah gudang kembang api yang berada di Komplek Pergudangan 99, Jalan Raya Salembaran, Cengklong, Kosambi, Tangerang, Banten, terbakar pada 26 Oktober 2017 sekitar pukul 08.30 WIB. Para pekerja gudang kembang api ini menjadi korban dari peristiwa ini.  Korban tewas sedikitnya ada 49 orang dari 103 pekerja di gudang tersebut. Sementara, korban luka tercatat sekitar 46 orang.

Kebakaran Hutan 1982

Kebakaran hutan di tahun 1982 yang terjadi di Kalimantan Timur menjadi kebakaran hutan terbesar di Indonesia. Peristiwa ini terjadi saat musim kemarau panjang dan fenomena el nino. Dampaknya, api menghanguskan lahan seluas 3,2 juta hektar di Kalimantan Timur dan 2,7 juta hektar hutan hujan tropis. World Resources Institute (WRI) melaporkan total kerugian akibat kebakaran hutan ini mencapai 9 miliar dolar AS.  Tidak hanya merugikan secara materiil, kebakaran ini juga menyebabkan kerugian immateriil yang menghambat transportasi darat dan udara di wilayah Malaysia dan Singapura.

Kebakaran Mall Yogya

Kebakaran Mal Yogya menjadi bagian dari kerusuhan Mei 1998.  Peristiwa ini terjadi pada 15 Mei 1998, saat ratusan warga diprovokasi sekelompok pria menjarah Mal Yogya yang berada di kawasan Klender, Jakarta Timur. Kelompok provokator ini menyamar dengan menggunakan seragam SMA.  Setelah berhasil memprovokasi warga, mereka semua mulai menjarah Mal Yogya sambil berteriak “Jarah Yogya. Serbu..!

Di saat warga sibuk menjarah seisi mal, tiba-tiba ada sebuah mobil pick up datang berisi pria-pria kekar membawa jeriken.  Sejumlah pria tersebut lalu menumpahkan jeriken berisi bensin ke arah kasur dan pakaian yang terkumpul dan membakarnya. Tak lama api berkobar sangat besar dan memanggang seluruh penjuru Mal Yogya.  Ratusan warga yang menjarah mal terjebak di dalam.  Beberapa berupaya untuk menyelamatkan diri dengan melompat dari gedung, beberapa jatuh pingsan karena menghirup asap api.  Usai api dipadamkan, terdapat ratusan mayat gosong hangus terbakar di dalam Mal Yogya.  Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) mencatat perkiraan korban tewas dalam kebakaran Mal Yogya mencapai 488 orang.

Kebakaran di Gunung Lawu

Kebakaran sempat terjadi di hutan lereng Gunung Lawu sisi selatan wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Timur, pada 16 Oktober 2015. Pihak Kepolisian Resor Magetan kesulitan untuk menembus lokasi dan mencari para pendaki yang tertinggal di atas.  Sebab, kejadiannya terjadi di sekitar pos 3 dan 4. Komandan Pengendali Operasi SAR menduga peristiwa ini terjadi oleh faktor alam atau api unggun yang belum sepenuhnya padam saat ditinggalkan para pendaki.

Namun ada spekulasi lain yang menyebut bahwa kebakaran ini sengaja dibuat oleh pihak tertentu untuk menurunkan status Hutan Lindung menjadi kawasan pariwisata maupun industri pertanian. Dampak dari peristiwa ini, ada sebanyak 7 pendaki meninggal dunia karena luka bakar.  Korban selamat lainnya juga terkena luka bakar karena terjebak oleh asap dan api.

Manfaat dari Adanya Dividen Saham Bagi Investor

Manfaat dari Adanya Dividen Saham Bagi Investor – Kamu mungkin adalah tipe investor konservatif. Nah, Kamu beruntung spaceman karena Sikapi punya informasi menarik buat Kamu! Dalam artikel ini, kita akan membahas dua jenis saham yang sangat cocok untuk investor konservatif: Saham Blue Chip dan Saham Dividen. Tapi sebelum kita memasuki pembahasan ini, mari kita ketahui dulu, apa sih yang membuat seseorang dijuluki sebagai ‘investor konservatif’? Investor konservatif adalah tipe investor yang lebih suka menjaga risiko investasinya tetap rendah. Mereka cenderung mencari cara untuk melindungi modal mereka sambil mendapatkan hasil yang stabil. Investor konservatif seringkali ingin tidur nyenyak di malam hari, tanpa khawatir tentang fluktuasi pasar yang besar-besaran.

Mereka biasanya memiliki preferensi untuk investasi yang relatif aman, seperti instrumen keuangan dengan tingkat risiko yang rendah hingga sedang. Nah, dengan pemahaman tentang tipe investor konservatif ini, sekarang kita bisa melanjutkan dengan pembahasan tentang saham Blue Chip dan saham Dividen, yang merupakan pilihan investasi yang sangat sesuai untuk investor konservatif. Saham Blue Chip adalah saham dari perusahaan-perusahaan yang memiliki reputasi yang kuat, jejak keuangan yang stabil, dan sejarah pertumbuhan yang konsisten. Jenis saham ini banyak diburu investor karena berasal dari perusahaan yang merupakan leader di industri sejenis yang memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.

Manfaat Saham Dividen

  1. Memberikan Sumber Pendapatan yang Stabil: Investor konservatif lebih suka investasi dengan risiko rendah, sehingga dividen yang dibayar secara teratur oleh perusahaan memberikan kepastian pendapatan.

  2. Proteksi dari Inflasi: Dividen sering kali meningkat seiring waktu, sehingga dapat membantu melindungi nilai investasi Kamu dari efek inflasi.

  3. Pertumbuhan Nilai Modal: Meskipun fokus utama dari saham dividen adalah pendapatan dividen, beberapa wild bandito slot saham dividen juga dapat mengalami peningkatan nilai modal. Investor bisa mendapatkan manfaat ganda dari pendapatan dividen dan kenaikan nilai saham.

Risiko Saham Dividen

  1. Risiko Penurunan Harga Saham: Saham dividen tidak terlindungi dari fluktuasi harga pasar. Saham dapat mengalami penurunan harga yang signifikan, terutama jika ada ketidakpastian ekonomi atau masalah dalam perusahaan yang menerbitkannya.

  2. Kurangnya Pertumbuhan Dividen: Meskipun sebagian besar saham dividen membayar dividen secara teratur, pertumbuhan dividen tidak selalu dijamin. Perusahaan mungkin mengalami kesulitan untuk meningkatkan dividen secara konsisten, terutama jika mereka beroperasi dalam industri yang berkembang lambat.

  3. Risiko Kurangnya Diversifikasi: Jika portofolio investasi Kamu terlalu terfokus pada saham dividen atau sektor tertentu, Kamu berisiko terkena dampak negatif jika ada masalah di sektor atau perusahaan yang bersangkutan.

Jadi, bagi investor konservatif yang mencari stabilitas dan pendapatan tetap dari investasi, saham Blue Chip dan saham Dividen bisa menjadi pilihan yang sangat menarik. Masing-masing menawarkan manfaat dan risiko yang perlu dipertimbangkan slot server thailand no 1 dengan bijak. Jadi, mari kita selami lebih dalam lagi tentang jenis-jenis saham ini dan bagaimana keduanya bisa menjadi bagian penting dari strategi investasi konservatif Kamu.

Manfaat Saham Blue Chip

  1. Stabilitas Investasi: Saham Blue Chip cenderung lebih stabil dan kurang berisiko dibandingkan dengan saham dari perusahaan yang lebih kecil atau kurang dikenal.

  2. Dividen yang Konsisten: Banyak perusahaan dengan saham Blue Chip membayar dividen secara teratur, yang dapat memberikan pendapatan tambahan kepada pemegang saham.

  3. Baik untuk Jangka Panjang: Saham Blue Chip memiliki kepercayaan investor yang kuat dan sering dianggap sebagai investasi jangka panjang yang baik.

Risiko Saham Blue Chip

  1. Pertumbuhan yang Lambat: Perusahaan dengan saham Blue Chip telah mencapai tahap puncak dalam siklus pertumbuhan bisnis, maka pertumbuhan laba dan nilai saham mungkin lebih lambat dibandingkan dengan perusahaan yang sedang berkembang pesat.

  2. Volatilitas Pasar: Meskipun cenderung lebih stabil, saham Blue Chip tetap rentan terhadap fluktuasi pasar dan gejolak ekonomi.

  3. Nilai yang Tinggi: Harga saham Blue Chip cenderung tinggi sehingga membatasi akses investor yang memiliki anggaran terbatas.

Selain saham Blue Chip, jenis saham yang satu ini juga cocok buat Kamu investor yang risk-averse. Saham Dividen adalah saham dari perusahaan yang secara rutin membayar dividen kepada pemegang saham. Dividen adalah sebagian dari laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham sebagai pendapatan.