Bulan: Juli 2024

Objek Wisata Alam Elok Di Dekat Industri Kapal Pinisi

Pantai Ujung Tiro adalah wisata Bulukumba situs slot resmi yang tergolong unik. Sebuah pantai yang tidak miliki pasir pantai, namun tedapat pulau karang kecil yang elok.

Lokasi Pantai Ujung Tiro tidak amat jauh dari Kabupaten Bulukumba. Dan menjadi salah satu daerah wisata yang tepat untuk menenangkan diri.

Ragam kegiatan lain yang mampu kamu laksanakan salah satunya adalah camping. Mendirikan tenda tepat di pinggir pantai merupakan pengalaman yang menarik.

Lokasi Pantai Ujung Tiro

Lokasi Pantai Ujung Tiro berada di Kecamatan rtp live Bontotiro, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan.

Rute Menuju Pantai Ujung Tiro

Rute menuju Pantai Ujung Tiro sama ialah bersama menuju Pantai Samboang. Sebagian jalannya sudah tertib baik, namun mendekati wilayah utama keadaan jalannya belum tertib secara optimal.

Jalan menuju Pantai Ujung Tiro mampu diakses oleh kendaraan jenis motor maupun mobil. Sebagian besar keadaan jalannya sudah tertib secara baik.

Namun, selagi terasa mendekati wilayah utama, keadaan jalannya belum berupa aspal. Sehingga lumayan licin selagi kunjungan dijalankan di musim hujan.

Jam Buka Pantai Ujung Tiro

Jam membuka Pantai Ujung Tiro tiap tiap hari Senin hingga Minggu, dari pagi hingga malam hari.

Namun, umumnya pengunjung akan pulang sebelum hari gelap.

Tiket Masuk Pantai Ujung Tiro

Harga tiket masuk Pantai Ujung Tiro sebenarnya tetap belum ada keputusan resmi. Namun terdapat cost kebersihan, dan parkir, selagi datang ke objek wisata tersebut.

Fasilitas Pantai Ujung Tiro

Fasilitas di Pantai Ujung Tiro belum secara optimal. Namun, selamanya saja objek wisata ini selamanya ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Daya Tarik Pantai Ujung Tiro Bulukumba

Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan merupakan kabupaten yang tenar bersama slogan “Bulukumba Berlayar”.

1. Pulau Karang Kecil

Seperti halnya Pantai Ujung Tiro Bulukumba. Di pantai ini tidak ada pasir pantai, namun terdapat pulau karang kecil yang indah, sesuai banget untuk laksanakan selfie.

Akses menuju pulau selanjutnya wajib menapaki anak tangga khususnya dahulu. Kemudian disambungkan oleh jembatan kayu, masuk ke sebuah gazebo, dan sampailah di pulau karang kecil tersebut.

Pulau karang kecil selanjutnya merupakan spot yang amat tepat untuk nikmati panorama laut lepas. Ombak di Pantai Ujung Tiro tidaklah besar, bahkan mampu tergolong sebagai laut yang tenang.

2. Pesona Alam Sekitar

Daya tarik dari Pantai Ujung Tiro Bulukumba yang sesudah itu adalah pesona alam sekitarnya. Terutama air lautnya yang tetap terjaga kejernihannya.

Bahkan saking jernihnya, ikan-ikan yang ada di pantai selanjutnya mampu terlihat segera oleh mata. Dan di titik yang tidak amat dalam, sebagian pengunjung bahkan sering bermain air.

Wisata Legendaris Di Dekat Pantai Ujung Tiro

Masyarakat Indonesia pasti amat mengenal perihal perahu legendaris dari Sulawesi Selatan, yang bernama Perahu Pinisi.

Nah, Kabupaten Bulukumba merupakan daerah yang amat tenar bersama industri Kapal Pinisi tersebut. Dengan kata lain, bahwa potensi wisata Bulukumba mampu menghadirkan nilai peristiwa juga.

7 Fakta dari Presiden Soekarno

7 Fakta dari Presiden Soekarno – Dalam rangka memperingati HUT Ke-74 Republik Indonesia, tentu kita patut mengenang jasa Presiden pertama RI, Soekarno. Sebagai tokoh pejuang kemerdekaan, ia memegang peran penting dalam upaya memerdekakan Indonesia dari penjajahan. Soekarno juga merupakan Proklamator Kemerdekaan Indonesia bersama Mohammad slot pulsa Hatta yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Lalu, seperti apa sosok Soekarno yang sebenarnya? Berikut adalah fakta menarik dan sepak terjang Soekarno yang dirangkum dari berbagai sumber.

Namanya Pernah Diubah

Soekarno lahir dari pasangan Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai di Surabaya, 6 Juni 1901. Ketika dilahirkan, ia diberi nama Kusno oleh orang tuanya. Tapi karena sering sakit, ketika berusia 11 tahun namanya diganti menjadi Soekarno oleh sang ayah. Di beberapa negara Barat dan Timur Tengah, nama Soekarno kadang ditulis Achmed Soekarno. Penambahan nama ini diduga dilakukan oleh wartawan Barat karena mereka cukup asing dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang hanya menggunakan satu nama atau tidak memiliki nama keluarga.

Lulusan Teknik Sipil

Soekarno pertama kali bersekolah di Tulung Agung sebelum akhirnya pindah ke Mojokerto mengikuti orang tuanya. Awalnya ia bersekolah di Eerste Inlandse School sebelum dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS) pada Juni 1911. Pada tahun 1915, Soekarno menyelesaikan pendidikannya di ELS dan melanjutkan pendidikannya di Hogere Burger School (HBS) di Surabaya. Ia berhasil diterima di HBS berkat bantuan H.O.S. Tjokroaminoto yang merupakan teman ayahnya. Setelah lulus dari HBS pada tahun 1921, keluaran sgp Soekarno melanjutkan pendidikannya di Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB) mengambil jurusan teknik sipil. Setelah dua bulan ia sempat meninggalkan kuliah, tapi mendaftar kembali pada tahun 1922 dan akhirnya lulus pada tahun 1926.

Sepak Terjang

Nama Soekarno mulai dikenal ketika menjadi anggota Jong Java cabang Surabaya pada tahun 1915. Pada tahun 1926, ia mendirikan Algemeene Studie Club (ASC) di Bandung. Organisasi ini merupakan cikal bakal Partai Nasional Indonesia (PNI) yang kemudian didirikan pada tahun 1927. Aktivitas Soekarno di PNI membuatnya ditangkap oleh Belanda pada tanggal 29 Desember 1929 di Yogyakarta. Ia kemudian dibebaskan pada tanggal 31 Desember 1931.

Setelah itu, aktivitas politik Soekarno pernah membuatnya beberapa kali diasingkan. Pada bulan Agustus 1933, ia ditangkap kemudian diasingkan ke Flores. Setelah itu pada tahun 1938-1942 ia diasingkan ke Bengkulu. Soekarno kembali dari pengasingan pada awal masa penjajahan Jepang. Ia pun langsung aktif dalam usaha perjuangan dan persiapan kemerdekaan Indonesia. Ia aktif dalam organisasi-organisasi seperti Jawa Hokokai, Pusat Tenaga Rakyat, BPUPKI dan PPKI. Selain itu ia juga merumuskan Pancasila, UUD 1945 serta naskah proklamasi Kemerdekaan.

Diangkat Sebagai Presiden

Pada tanggal 16 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta dibujuk oleh para pemuda di Rengasdengklok untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Tapi Soekarno, Hatta dan tokoh-tokoh lain menolak. Ada alasan yang menyebutkan bahwa Soekarno telah memilih tanggal 17 Agustus 1945 karena bertepatan dengan bulan Ramadan. Akhirnya Proklamasi Kemerdekaan pun dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945, mereka dikukuhkan oleh KNIP.

Kehidupan Pribadi

Semasa hidupnya, Soekarno dikenal sering bergonta-ganti istri. Ia telah menikahi beberapa wanita antara lain Oetari, Inggit Ganarsih, Fatmawati, Hartini, Kartini Manoppo, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike Sanger dan Heldy Djafar. Dari pernikahannya tersebut ia dikaruniai 11 anak. Beberapa di antara mereka bahkan mengikuti jejak sang ayah untuk berkiprah di dunia politik, sebut saja Megawati Soekarnoputri yang kemudian menjadi Presiden Indonesia kelima, Rachmawati Soekarnoputri dan Sukmawati Soekarnoputri. Anak pertama Soekarno dan Fatmawati, Guntur Soekarnoputra justru tidak mengikuti jejak ayah dan adik-adiknya untuk masuk dalam dunia politik.

Diperankan Banyak Aktor

Di dunia hiburan, baik film, televisi maupun teater, sosok Soekarno telah dimainkan oleh banyak aktor. Sebut saja Anjasmara, Ario Bayu, Baim Wong, Tio Pakusadewo, Donny Damara dan masih banyak lagi.

Kutipan Kemerdekaan

Pada masa perjuangan dan kepemimpinannya, Soekarno dikenal sebagai orator yang ulung. Kata-kata yang diucapkannya dapat membakar semangat dan sangat bijak. Berikut adalah kata-kata kemerdekaan yang pernah diucapkan Soekarno:

– Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.

– Kemerdekaan barulah Kemerdekaan sejati, jikalau dengan kemerdekaan itu Kita menemukan kepribadian kita sendiri.

– Kemerdekaan hanyalah diperdapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad ‘Merdeka, merdeka atau mati’!

– Di seberang jembatan, jembatan emas inilah, baru kita leluasa menyusun masyarakat Indonesia merdeka yang gagah, kuat, sehat, kekal dan abadi.